Minggu, 13 Juli 2008

TUGAS KULIAH HASIL EVALUASI BELAJAR

I. Bagaimana menskor tes dengan bentuk soal yang berbeda?
Jumlah soal = 50
45 soal bentuk PG (no. 1 – 45)
5 soal bentuk uraian (no. 46-50)
Soal no.1-25 bobotnya 1 Si A benar 20
Soal no.26-45 bobotnya 2 si A benar 15
Setiap soal Uraian bobotnya 3 si A benar 3

Berapa skor si A ?
Berapa nilai si A ?

Jawab: Skor A: (20x1)+(15x2)+(3x3) X 100
-----------------
(25x1)+(20x2)+(5x3)

= 20+30+9 X 100
---------
25+40+15

= 5900
------
80
= 73,75
Nilai si A harus distandarkan dengan KKM, jika memenuhi berarti nilai si A adalah kompeten yaitu 73,75.

II. Membuat Soal PG
1.Buatlah satu butir soal pilihan ganda dengan aspek “menciptakan”.
2. Buatlah satu butir soal pilihan ganda dengan aspek “analisis”.
GUNAKAN KATA KERJA SERTA KAIDAH YANG TELAH DIPELAJARI

Jawab:
1. KD: Mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam dunia hewan dan peranannya bagi kehidupan.
Indikator: Siswa mampu membuat kunci identifikasi dari filum Arthropoda hingga tingkatan kelas.

Soal: Tentukanlah kunci Identifikasi yang tepat untuk kelas crustaceae (udang-udangan) di bawah ini!

1a.Hewan vertebrata...........12
1b.Hewan avertebrata .........2
2a.Berselom(memiliki rongga tubuh).......3
2b.Tidak berselom ...........10
3a.Selom sejati..............4
3b.Selom semu................9
4a.Berkaki banyak............8
4b.Berkaki sedikit...........5
5a.Eksoskeleton keras........6
5b.Eksoskeleton lunak........7
Pilihan yang menunjukkan ciri-ciri kelas crustaceae adalah.....
a.1b,2a,3a,4a
b.1b,2a,3a,4b,5b
c.1b,2a,3b,9
d.1b,2a,3a,4b,5a
e.1b,2a,3b,4b,5b

2. KD: Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah.
Indikator: Mengidentifikasi jenis-jenis limbah penyebab pencemaran air.

Soal: Di bawah ini merupakan jenis limbah di perairan yang paling berbahaya bagi kesehatan manusia, yaitu….

a.Sampah dan deterjen hasil buangan rumah tangga.
b.Penggunaan pupuk buatan yang berlebihan hingga mencemari sungai.
c.Air laut yang tercemar hasil buangan logam-logam berat industri.
d.Pengcemaran akibat penggunaan pestisida, DDT, dan fungisida.
e.Kebocoran minyak dari kapal tenker di sekitar pelabuhan.

Senin, 30 Juni 2008

LATIHAN MEMBUAT SILABUS (Pengembangan KD)

Nama sekolah:
Kelas/Semester:
Mata pelajaran:
Standar Kompetensi:

I. Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan objek dan persoalan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan (molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, dan bioma).

II. Indikator:
2.1 Siswa mampu menjelaskan tentang sel dan peranannya dalam tubuh mahluk hidup.
2.2 Siswa mampu menguraikan keterkaitan antara sel, jaringan, dan organ hingga membentuk suatu individu.
2.3 Siswa mampu menunjukkan dan memberi contoh suatu bentuk ekosistem.
2.4 Siswa mampu menceritakan aliran energi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
2.5 Siswa mampu menunjukkan adanya suatu daur biogeokimia dengan melihat pada perubahan lingkungan alam.

III. MateriPembelajaran:
3.1 Pengertian sel dan peranannya.
3.2 Hubungan sel, jaringan, dan organ dalam struktur hewan vertebrata
3.3 Interaksi antara individu dengan lingkungannya; antar individu dan populasi, dan komponen biotic-abiotik.
3.4 Konsep aliran energi dari tingkat sederhana (rantai makanan) hingga jaring-jaring makanan yang kompleks.
3.5 Siklus pertukaran dan perubahan komponen biosfer dan non biosfer (daur biogeokimia).

IV. Pengalaman
Belajar:
4.1 Siswa melakukan pengamatan melalui mikroskop kemudian dilanjutkan dengan diskusi.
4.2 Siswa mencari informasi dan melakukan pengamatan terhadap objek biologi di lingkungan sekitar, guru menambahkan melalui penjelasan disertai gambar yang mendukung.
4.3 Siswa melakukan observasi ke luar;mengamati,mencatat hal-hal yang diamati,dan menyajikannya dalam bentuk laporan.
4.4 Siswa melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar,mencari informasi serta menyajikannya dalam bentuk presentasi kelompok.
4.5 Siswa mencari informasi dan mengamati perubahan lingkungan yang terjadi disekitarnya (daur air, daur karbon, global warming..)dilanjutkan dengan diskusi disertai media yang mendukung.

V. Sumber
/bahan/alat:
5.1 mikroskop, preparat daun, preparat awetan,misal;selkulit,tulang, dll.
5.2 Artikel, buku, infokus/OHP
5.3 Form/data yang harus diisi setelah melakukan pengamatan, buku, laporan.
5.4 Buku, media, poster, dsb.
5.5 Bahan diskusi/studi kasus yang dibuat guru,infokus/OHP atau poster/gambar yang mendukung.

Senin, 16 Juni 2008

energi alternatif pengganti BBM

Berkaitan dengan mahal dan langkanya BBM,maka sangat diperlukan sekalinya,beberapa hal yang saya ketahui mengenaienergi alternatif pengganti BBM, diantaranya:
a.Energi yang berasal dari potnsi limbah biomassa kelapa sawit
dimana pemanfaatannya melalui produk sampingan sawit, seperti pengolahan tandan
buah segar, cangkang, kulit, dan energi panas yang dihasilkan.sumber;Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, 2001; ZREU, 2000
b.Energi Fuel Cell yang berbahan bakar hidrogen yang tengah dikembangkan oleh FCI
bekerjasama dengan beberapa PTN dan lembaga terkait seperti ITB,UI,BATAN,PLN,LEMIGAS,dll.
c.Bioetanol dan biodesel hasil pengolahan beberapa tanaman di Indonesia, seperti
jarak pagar,kapuk,jagung,ketela,dsb.
d.Biogas dari kotoran sapi(tinja)seperti teknologi yang diterapkan diKabupaten Malang,kepenjen.
e.Sumber energi arus yang berasal dari laut, seperti energi gelombang, pasang surut air laut atau ocean thermal energy conversion/OTEC
f. Batu bara cair dan Gas Metana Batubara (Coalbed Methane/CBM)yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
g.Kulit Pisang Rangpasisia yang dikutip dari Zulmasri bloggers dari leptop si Unyil yang bisa menghasilkan energi besar jika diteliti lebih lanjut.
h.Pengolahan dan pemanfaatan gas hidrat arang, sumber:Natural Gas Hydrates in
Nankai Trough, Hydrate Ridge and Mackenzie Delta, Doctoral Thesis.
*Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Peneliti ISTECS
dihrapkan semua energi alternatif ini dapat dikembangkan lebih lanjut guna mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Senin, 21 April 2008

STRATEGI PEMBELAJARAN IPA (BIOLOGI) BAGI SISWA SLTA TAHUN PELAJARAN 2004/2005 DI SMAN 3 DEPOK SUATU HASIL PENGAMATAN EMPIRIK BELAJAR IPA (BIOLOGI)

Belajar biologi di SMA yang saya rasakan waktu itu lebih menekankan pada penguasaan konsep dan sangat kurang diimbangi dengan aplikasinya,seperti praktikum,serta cenderung menerapkan akademik skillnya saja. Mungkin hal tersebut salah satu dampak masih diadopsinya kurikulum '94 yang menekankan pada penguasaan isi materi,siswa dijadikan objek, pelayanan bersifat seragam,dan mengutamakan unsur kognitif serta kurang memperhatikan unsur afektif dan psikomotorik. Sehingga outputnya dirasa memiliki kemampuan terbatas dan kalah saing dengan kemajuan IPTEK.

Strategi pembelajaran yang saya rasakan di SMA dengan apa yang telah didapat saat ini sangat berbeda. Strategi pembelajaran dulu menekankan pada penguasaan isi materi dan aspek kognitif saja. Seiring dengan perkembangan IPTEK terutama di bidang pendidikan,strategi pembelajaran saat ini berusaha menyeimbangkan antara aspek kognitif,afektif dan psikomotorik. Dengan metode yang variatif dan inovatif,meskipun dalam pelaksanaannya belum optimal. Life skill yang dikembangkan tidak hanya akademik,tapi juga thinking,social dan personal skill. Metode pengajaran tidak melulu ceramah dari guru,kita juga mengenal simulasi,studi kasus,kuis,demonstrasi,dan lain-lain yang mendorong anak tidak bosan,tapi nyaman dan menyenangkan,misalnya dapat disisipkan metode Quantum Learning, pengenalan NLP,dan lain-lain.Sehingga dengan upaya saat ini siswa diharapkan sebagai subjek,guru hanyalah fasilitator dan akhirnya siswa mampu mengembangkan potensi dan kreatifitasnya guna bersaing mengejar ketertinggalan terutama dalam kemajuan IPTEK.

Sabtu, 22 Maret 2008

kurikulum biologi SMA

Kelas : XI

Standar Kompetensi : 1. Siswa mampu menginterpretasi organisasi seluler serta mengkaitkan struktur jaringan dan fungsi pada sistem organ tumbuhan, hewan, dan manusia serta penerapannya dalam konteks sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat..

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

1.1 Mendeskripsikan struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan.

· Membandingkan hasil penampakan sel dan bagian-bagiannya berdasarkan pengamatan di bawah mikroskop cahaya dengan gambar/foto pada literatur.

· Mengukur diameter sel serta terbiasa menggunakan unit pengukuran pada kajian tentang sel (milimeter, mikrometer, nanometer) (*).

· Mendeskripsikan dan menginterpretasi gambar atau foto sel hewan dan tumbuhan tertentu seperti yang terlihat pada mikroskop elektron, mengenali membran plasma dan organela: retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria, ribosom, lisosom, khloroplas, sentriol, nukleus, dan nukleolus.

· Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis, transpor aktif, endositosis dan eksositosis).

· Membuat bagan fungsi sistem membran dan organela.

· Membuat model bagian tertentu dari sel (*).

· Struktur dan fungsi sel serta jaringan pada tumbuhan dan hewan

1.2 Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.

· Membedakan berbagai jaringan (epidermis, kolenkim, sklerenkim, parenkim, xilem, floem dan kambium) penyusun organ tumbuhan.

· Menunjukkan letak epidermis, korteks, dan stele (silinder pusat).

· Mendeskripsikan fungsi masing-masing jaringan tumbuhan.

· Menggunakan pengetahuan yang diperoleh tentang jaringan pada situasi baru atau pemecahan masalah seperti pembudidayaan tanaman langka melalui perbanyakan dengan biji, stek, dan cangkok.

1.3 Mendeskripsikan struktur dan fungsi jaringan hewan.

· Membedakan berbagai jaringan (epitel, otot, tulang, saraf dan ikat) pembentuk organ hewan.

· Menjelaskan fungsi masing-masing jaringan pada hewan.

· Menggunakan pengetahuan yang diperoleh tentang jaringan pada situasi baru atau pemecahan masalah seperti penggunaan transnplantasi kulit untuk penyembuhan luka bakar.

Standar Kompetensi : 2. Siswa mampu menganalisis sistem organ pada organisme tertentu serta kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat (Salingtemas).

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

2.1 Mengkaitkan struktur, fungsi, proses dan kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem gerak pada manusia.

· Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses sistem gerak (tulang, otot) pada manusia

· Mengkaitkan struktur (tulang, otot), fungsi dan proses sistem gerak (tulang, otot) pada manusia.

· Menjelaskan struktur, fungsi dan proses sistem gerak (tulang, otot) pada manusia.

· Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem gerak.

· Memberi contoh teknologi yang berhubungan dengan kelainan yang terjadi pada sistem gerak.

· Sistem gerak (tulang, otot, sendi)

2.2 Mengkaitkan struktur, fungsi, proses dan kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah manusia dan hewan.

· Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses sistem peredaran darah pada manusia dan hewan tertentu.

· Menjelaskan struktur, fungsi dan proses sistem peredaran darah (jantung, pembuluh darah, komponen, dan fungsi darah) pada manusia dan hewan tertentu.

· Mengkaitkan struktur, fungsi dan proses sistem peredaran darah pada manusia dan hewan tertentu.

· Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia dan hewan tertentu.

· Memberi contoh teknologi yang berhubungan dengan kelainan yang terjadi pada sistem peredaran darah.

· Sistem peredaran darah (jantung, pembuluh darah, komponen darah)

2.3 Mengkaitkan struktur, fungsi, proses dan kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan tertentu.

· Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan tertentu.

· Mengkaitkan struktur, fungsi dan proses sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan tertentu.

· Menjelaskan struktur, fungsi dan proses sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan tertentu.

· Membedakan antara sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan tertentu.

· Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem pencernaan makanan.

· Memberi contoh teknologi yang berhubungan dengan kelainan yang terjadi pada sistem pencernaan makanan.

· Memahami jenis dan kandungan makanan bergizi.

· Menganalisis variasi dan komposisi makanan yang dikonsumsi selama periode tertentu dan menyusun menu seimbang untuk dirinya.

· Sistem pencernaan makanan (gigi, lambung, usus halus, usus besar)

· Proses penyerapan

zat makanan

· Zat aditif

· Pencernaan ruminansia

2.4 Mengkaitkan struktur, fungsi, proses dan kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem respirasi manusia dan hewan tertentu

· Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses sistem respirasi pada manusia.

· Mengkaitkan struktur, fungsi dan proses sistem respirasi pada manusia.

· Menjelaskan struktur, fungsi dan proses sistem respirasi pada manusia.

· Membandingkan struktur, fungsi dan proses sistem respirasi pada manusia dan ikan.

· Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem respirasi.

· Memberi contoh teknologi yang berhubungan dengan kelainan yang terjadi pada sistem respirasi.

Sistem respirasi (internal dan eksternal, alveolus, pertukaran gas, bahaya rokok dan pembakaran tak sempurna)

2.5 Mengkaitkan struktur, fungsi, proses dan kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem ekskresi manusia dan hewan tertentu.

· Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses sistem ekskresi pada manusia.

· Mengkaitkan struktur, fungsi dan proses sistem ekskresi pada manusia.

· Menjelaskan struktur, fungsi dan proses sistem ekskresi pada manusia.

· Membandingkan struktur, fungsi dan proses sistem eksresi pada manusia, belalang dan cacing tanah.

· Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi.

· Memberi contoh teknologi penanggulangan akibat kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi.

· Sistem eksresi

2.6 Mengkaitkan struktur, fungsi, proses dan kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem koordinasi (saraf, endokrin, indera) pada manusia dan hewan tertentu

· Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses sistem koordinasi pada manusia.

· Mengkaitkan struktur, fungsi dan proses sistem koordinasi pada manusia.

· Menjelaskan struktur, fungsi dan proses sistem koordinasi pada manusia.

· Membandingkan struktur, fungsi dan proses pada sistem saraf pada manusia dan cacing pipih.

· Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem koordinasi pada manusia.

· Memberi contoh teknologi yang berhubungan dengan kelainan yang terjadi pada koordinasi.

· Sistem koordinasi dan indera (mata dan telinga)

2.7 Mengkaitkan struktur, fungsi, proses dan kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi organisme

· Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses reproduksi pada tumbuhan

· Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses reproduksi pada manusia.

· Mengkaitkan struktur, fungsi dan proses sistem reproduksi pada manusia.

· Menjelaskan struktur, fungsi dan proses sistem reproduksi pada manusia.

· Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi.

· Memberi contoh teknologi yang berhubungan dengan kelainan yang terjadi pada sistem reproduksi.

· Sistem reproduksi manusia (menstruasi, fertilisasi, kehamilan, kesehatan reproduksi, ASI)



Kelas : XII

Standar Kompetensi : 1. Siswa mampu merencanakan dan melaksanakan percobaan berkaitan dengan proses yang terjadi pada tumbuhan serta implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat (Salingtemas).

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

1.1 Merencanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.

· Mengumpulkan informasi faktor-faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan.

· Merumuskan masalah dan membuat hipotesis.

· Merancang berbagai perlakuan dalam percobaan.

· Pertumbuhan dan perkembangan

1.2 Melaksanakan percobaaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan.

· Menyiapkan bahan dan perlakuan.

· Memberikan perlakuan dan mengukur hasil perlakuan.

· Mencatat kondisi lingkungan perlakuan.

· Mengumpulkan data dan menganalisis dalam tabel dan grafik.

1.3 Mengkomunikasikan hasil percobaan pertumbuhan

· Menyiapkan hasil-hasil percobaan.

· Mengkomunikasikan hasil percobaan dalam bentuk lisan dan tulisan.

· Mengkomunikasikan faktor luar yang memperngaruhi pertumbuhan biji


Standar Kompetensi : 2. Siswa mampu menganalisis proses metabolisme organisme dan implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat (salingtemas)

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

2.1 Menguraikan proses-proses katabolisme karbohidrat.

· Mengidentifikasi enzim-enzim yang berperan dalam katabolisme gula.

· Menjelaskan proses-proses enzimatis pada katabolisme gula.

· Mengidentifikasi hasil-hasil katabolisme pati.

· Proses katabolisme gula

2.2 Menguraikan proses–proses anabolisme karbohidrat

· Mengidentifikasi enzim-enzim yang berperan pada anabolisme karbohidrat.

· Menjelaskan proses-proses enzimatis pada anabolisme karbohidrat.

· Mengidentifikasi hasil-hasil anabolisme karbohidrat.

· Proses anabolisme karbohidrat

2.3 Mengkaitkan proses katabolisme dan anabolisme pada rantai karbohidrat.

· Membuat carta anabolisme dan katabolisme karbohidrat.

· Mendeskripsikan proses anabolisme dan katabolisme pada carta yang dibuat.

· Keterkaitan proses katabolisme dan anabolisme

2.4 Mengkaitkan proses metabolisme karbohidrat dengan metabolisme lemak dan metabolisme protein

· Membuat diagram keterkaitan antara metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein

· Menjelaskan penyebab lemak menghasilkan energi lebih besar dibanding dengan dari karbohidrat dan protein untuk jumlah berat yang sama.

· Menjelaskan penyebab protein menghasilkan energi setara dengan karbohidrat untuk jumlah berat yang sama

· Keterkaitan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein

2.5 Mengumpulkan informasi teknologi yang berkaitan dengan metabolisme makanan.

· Mengumpulkan informasi mengenai teknologi makanan berkadar gula rendah.

· Mengumpulkan informasi mengenai teknologi pengawetan makanan berkaitan dengan perolehan sumber makanan utama (karbohidrat, lipida, dan protein) yang berkualitas tinggi.

· Mengumpulkan informasi tentang teknologi substitusi energi dari produk pengolahan makanan seperti tablet makanan, cairan infus dan seterusnya.

· Mengembangkan teknologi sederhana pengolahan makanan/bahan makanan higienis dan berkualitas tinggi.

· Teknologi yang berkaitan dengan metabolisme

Standar Kompetensi : 3. Siswa mampu memahami konsep dasar hereditas serta implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat (salingtemas)

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

3.1 Mengkaitkan hubungan antara DNA, gen, dan kromosom

· Mendeskripsikan struktur heliks ganda DNA serta sifat dan fungsinya

· Mendeskripsikan struktur, sifat, dan fungsi RNA.

· Mendiskripsikan sintesis protein.

· Mendeskripsikan hubungan antara DNA, gen, dan kromosom

DNA, gen, kromosam dan keterkaitannya

3..2 Mengkaitkan antara proses pembelahan mitosis dan meiosis dengan pewarisan sifat.

· Mendeskripsikan pemahaman tentang pembelahan mitosis dan meiosis.

· Mendeskripsikan fase-fase pembelahan dan tempat terjadinya mitosis dan meiosis menurut literatur.

· Menghubungkan pembelahan mitosis dan meiosis pada pewarisan sifat.

Pembelahan Mitosis dan Meiosis serta Pewarisan Sifat

3.3 Menerapkan hukum-hukum hereditas dengan mekanisme pewarisan sifat

· Menerapkan prinsip pewarisan sifat menurut hukum Mendel.

· Menjelaskan pola khas hereditas (penyimpangan semu, tautan, pindah silang, gagal berpisah dengan lethal, sistem ABO dan terpaut seks kromosom).

· Menjelaskan mekanisme perbaikan mutu genetik.

· Mengkomunikasikan cara menghindari penyakit menurun pada masyarakat.

· Menerapkan konsep pewarisan sifat untuk memperoleh strain organisme unggul

Hukum Hereditas, Penerapan serta implikasinya

3.4 Menjelaskan peristiwa mutasi.

· Mengidentifikasi macam-macam mutasi kromosom dengan adanya perubahan jumlah, struktur atau urutan susunan DNA pada kromosom.

· Menghubungkan antara faktor penyebab mutasi dengan macam mutasi yang terjadi.

· Membedakan antara mutasi alam dengan mutasi buatan.

· Mengkaji dampak dan keuntungan mutasi bagi makhluk hidup lain dan manusia.

Mutasi

Standar Kompetensi : 4. Siswa mampu mendemonstrasikan pemahaman teori evolusi serta implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat (salingtemas).

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

4.1. Mendemonstrasikan pemahaman tentang teori evolusi biologi.

· Menunjukkan fakta-fakta yang mendukung penerimaan teori evolusi biologi

· Mendeskripsikan sejumlah faktor yang dianggap berpengaruh terhadap berlangsungnya proses evolusi.

· Mengaitkan hubungan antara waktu dengan perubahan sifat organisme

· Menjelaskan kaitan mutasi dengan proses evolusi.

· Menghitung frekuensi gen dalam suatu populasi dengan menggunakan hukum Hardy-Weinberg.

Teori Evolusi dan implikasinya pada perkembangan sains

4.2 Mengumpulkan informasi ilmiah berkaitan dengan teori evolusi.

· Membuat laporan hasil studi tentang fosil yang diamati di musium/situs temuan fosil atau melalui gambar.

· Mengkomunikasikan secara lisan/tertulis hasil pengumpulan informasi dan pengamatan.

· Menjelaskan berbagai teori asal-usul kehidupan di bumi

· Mengumpulkan informasi berkenaan dengan tanggapan terhadap keberadaan serta implikasi teori evolusi pada kehidupan masyarakat.


Standar Kompetensi : 5. Siswa mampu mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar bioteknologi serta implikasinya pada sains, lingkungan , teknologi, dan masyarakat

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

5.1 Mendeskripsikan prinsip-prinsip bioteknologi dan penerapannya.

· Menjelaskan peran sifat–sifat organisme dalam proses bioteknologi.

· Menjelaskan kemampuan proses-proses rekayasa dalam memanipulasi sifat organisme.

Prinsip Dasar Bioteknologi

5..2 Mendeskripsikan implikasi bioteknologi pada sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.

· Menjelaskan manfaat dan bahaya bioteknologi bagi kehidupan.

· Memberi contoh-contoh penerapan bioteknologi yang berpengaruh pada pengembangan bahan pangan, sandang, bidang medis

· Memberi contoh dampak bioteknologi pada perbaikan dan perusakan lingkungan

· Merumuskan tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mencegah dampak negatif bioteknologi dimasa yang akan datang.

· Melakukan kegiatan implementasi bioteknologi

Implikasi Bioteknologi pada Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat.